USAHA YANG TERGOLONG RIBA

Usaha yang tergolong riba banyak macamnya, terutama pada zaman sekarang yang didukung oleh perkembangan teknologi dan terbukanya pasar bebas sehingga sangat sulit kita menghitungnya.

Dari Ibnu Mas’ud , Nabi  bersabda: “Riba memiliki 73 pintu.” (HR. Ibnu Majah) Misalnya:

Penghasilan haram yang disebabkan transaksi yang batil

Aisyah  berkata, “Tatkala turun Surat al-Baqoroh yang berhubungan dengan riba, Rosululloh  keluar menuju masjid, lalu membacakan ayat ini kepada manusia, dan mengharamkan perdagangan khomr.” (HR. Bukhori)

Ibnu Rojab al-Hambali  berkata, “Maksud Rosululloh  mengharamkan perdagangan khomr bersamaan dengan pengharaman riba agar diketahui bahwa Alloh  mengharamkan riba meliputi semua hasil haram yang disebabkan transaksi jual beli yang batil. Firman Alloh , “dan Alloh menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” Jika transaksi itu adalah jual beli yang dihalalkan, maka hukumnya halal, jika bukan transaksi jual beli (yang sesuai syar’i) maka itu termasuk riba.”

Menjual perak dengan emas dalam bentuk utang

Umar bin Khottob  berkata, Nabi  bersabda, “Penukaran perak dengan emas adalah riba kecuali dengan serah terima secara langsung. Penukaran gandum dengan gandum itu riba kecuali dengan serah terima secara langsung. Penukaran kurma dengan kurma itu riba kecuali dengan serah terima secara langsung.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa, pertukaran jenis barang ribawi (seperti: uang, emas, perak) harus dilakukan secara tunai tidak boleh dilakukan secara utang.

Menjual emas dengan emas secara tunai yang beda timbangannya

Abu Sa’id al-Khudri  berkata, Dinar ditukar dengan dinar, dirham dengan dirham harus sama timbangannya. Barangsiapa menambah atau meminta tambahan berarti ia telah melakukan riba.” (HR. Muslim)

Barang ribawi yang berbeda kualitas tidak boleh ditukar jika ada perbedaan kuantitas. Contohnya: seseorang dilarang menukar cicin emas 1 gram 24 karat dengan gelang 2 gram 22 karat, dikarenakan ada perbedaan timbangan.

Hal itu karena nilai baik dalam barang-barang ribawi adalah tidak diakui, sesuai dengan kaidah, “baik buruk barang ribawi adalah sama.”

Menjual barang yang belum jelas

Anas  berkata, “Rosululloh  melarang jual beli dengan cara muhaqolah (membeli tanaman seperti gandum yang masih ditangkainya dengan makanan sejenis yang sudah jelas takarannya), mukhodhoroh (menjual buah-buahan dan biji-bijian yang belum layak di petik), mulamasah (menjual sesuatu dengan hanya menyentuh), munabadzah (membeli sesuatu dengan seke-dar lemparan), dan muzabanah (penjualan yang tidak diketahui takarannya, hitungannya dan timbangannya).” (HR. Bukhori)

Usaha yang diragukan halal dan haramnya

Umar bin Khottob  berkata, “Sesungguhnya akhir ayat yang diturunkan adalah riba. Rosululloh  tatkala meninggal dunia belum menafsirkan ayat ini, maka tinggalkanlah riba dan segala sesuatu yang meragukan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Ibnu Rojab  berkata, “Perkataan Umar bin Khottob  ini memberitahukan kepada kita bahwa riba macamnya banyak sekali, termasuk perniagaan yang tidak jelas. Jika kalian ragu terhadap usaha jual beli kalian, maka tinggalkanlah.” (Fathul Bari, karya Ibn Rojab).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *