Tauhid Dan Hakikat Syirik

Tauhid

Tauhid adalah mengesakan Alloh  dalam rububiyah-Nya, yaitu dalam perbuatan-perbuatan dan kekuasaan-Nya, meng-Esa-kan dan memuliakan nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta mengesakan Alloh  pada hak-hak-Nya sebagai Ilah (Tuhan)  seluruh alam.

Hanya Alloh-lah Pencipta alam semesta dan semua yang ada di dalamnya, Pemberi dan Pencegah, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Yang Mengadakan dan Yang Meniadakan. Pengatur dan Penentu segala-galanya, Raja dan Pemilik semuanya. Maha Suci Alloh  dari segala sifat kekurangan dan kelemahan.

Alloh  mempunyai nama-nama yang mulia dan sifat-sifat yang agung serta sempurna, yang tidak ada padanya suatu kekurangan pun juga kelemahan atau keburukan. Tidak ada suatu makhluk pun yang  mempunyai sifat yang sebanding dengan sifat-sifat-Nya.

Kita diperintah untuk beribadah hanya kepada Alloh  saja dan dilarang keras beribadah kepada selain-Nya dengan bentuk apapun juga dan sekecil apapun juga. Karena hanya Alloh-lah sebenar-benarnya Tuhan yang harus disembah. Sedangkan sesembahan lainnya adalah Tuhan-Tuhan palsu.

Itulah tauhid

Alloh  berfirman:

“Beribadahlah kepada Alloh dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (QS. an-Nisa’ [4]: 36)

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku diperintah untuk hanya menyembah Alloh dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”. (QS. ar-Ro’du [13]: 36)

Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya”. (QS. al-Jin [72]: 20)

Hakikat Syirik

Lawan dari tauhid adalah syirik atau kesyirikan. Arti syirik adalah mem-persembahkan peribadatan sekecil apapun juga dan dalam bentuk apapun juga kepada selain Alloh . Demikian juga  menyamakan Alloh  dengan makhluk-Nya, atau menjadikan suatu dzat sebagai tandingan-Nya dalam hal apapun juga termasuk kesyirikan.

Contoh-contoh kesyirikan:

Menyembah dan berdoa kepada selain Alloh, menyembelih kurban untuk selain Alloh  (sebagai tumbal), menyajikan sesajen untuk makhluk gaib, seluruh amal-amal mistik dan lain-lainnya.

Mistik adalah suatu fenomena yang terlahirkan dari alam gaib ke alam nyata hasil dari persekutuan antara manusia dengan setan melalui penyembahan atau peribadatan dengan ritual tertentu yang dilakukan oleh manusia (dukun, paranormal dan yang sejenisnya) untuk setan yang dengan sendirinya pada posisi ini sudah dipertuhankan oleh sang manusia. Disinilah letak kesyirikan dari mistik. Penyembahan atau peribadatan yang dilakukan oleh sang dukun kepada setan tidak terbatas hanya pada sembah sujud atau pemberian sesajen  saja, akan tetapi juga bisa dilakukan dengan melakukan hal-hal lain, seperti penghinaan kepada figur-figur suci Islam, ayat-ayat Al-Qur’an misalnya dengan cara mengotorinya atau menulisnya secara terbalik atau menginjak-injaknya dan lain-lainnya.

Mistik bisa berbentuk:

  1. Informasi dari pihak gaib yaitu setan (seperti ramalan dan yang sejenisnya).
  2. Hal-hal yang mempengaruhi pemikiran dan panca indera (seperti pelet, hipnotis dan pengadaan sesuatu tanpa asal muasal yang rasional).
  3. Hal-hal yang menyebabkan kemudaratan tertentu dari penyakit sampai kematian (seperti teluh, santet, tenung dan yang sejenisnya).
  4. Atau bentuk-bentuk lainnya yang sejenis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *