Tahsin Al-Qur’an Metode Syafi’i Serta Pembinaan karyawan Bertempat Di Hotel Padjadjaran Suites Bogor 05/04/2018

TAHSINUL Qur’an atau memperbaiki bacaan Al-qur’an adalah indikasi dari keimanan seorang muslim. Karena bacaan yang bagus adalah cerminan rasa keyakinannya kepada wahyu Allah yang agung ini.

Tentang hal ini, Allah subhanahu wata’ala berfirman :

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Orang-orang yang diberikan al-Kitab (Taurat dan Injil) membacanya dengan benar. Mereka itulah orang-orang yang mengimaninya. Dan barangsiapa yang ingkar kepada al-Kitab, maka merekalah orang-orang yang merugi.”

Walaupun ayat ini menyinggung kaum Ahlul Kitab yang terdiri dari kaum Yahudi dan Nasrani, tetapi sebagian besar para mufassirin menyebutkan bahwa khitob (seruan) ayatnya bersifat umum. Termasuk di dalamnya juga ditujukan kepada umat Islam yang berkitab sucikan Al-qur’anul karim. Hal ini juga diperkuat oleh kaidah ushul fiqh: “Ibrah (pelajaran) itu dilihat dari umumnya lafaz, bukan dari sebab yang khusus.”

 

Maka dari itu wajib hukumnya bagi setiap muslim dan muslimah untuk memperhatikan bacaan Alqurannya. Ini dikarenakan tilawah yang baik akan mempengaruhi kualitas ibadah kita di sisi Allah subhanahu wata’ala. Contohnya, dalam shalat jamaah bagi kaum laki-laki muslim. Bacaan Al-Fatihah yang tidak baik dan berantakan dapat menyebabkan shalat jamaah menjadi tidak sempurna yang pada gilirannya akan mempengaruhi kualitas shalat kita di sisi Allah subhanahu wata’ala. Diterimakah atau ditolak? Bisa dipastikan dengan tilawah yang tidak beres dan buruk itu ibadah shalat kita menjadi cacat dan berpeluang besar tidak diterima di hadapan Allah subhanahu wata’ala.

Dengan kata lain, menurut tinjauan ilmu ushul fiqh, mereka yang tidak mau memperbaiki tilawah Al-qur’an menjadi lebih baik dan sesuai dengan kaidah tajwid, maka akan dimasukkan kategori orang-orang yang lalai dan tidak memperdulikan kitabullah ini. Sebagai seorang muslim tentu kita tak ingin dimasukkan ke dalam golongan orang merugi seperti halnya kedua Ahlil Kitab tadi hanya karena lalai dan tidak memiliki ihtimam (perhatian) terhadap kitab suci kita ini.

Untuk itu Yayasan NUN menyeru kepada kaum muslimin agar senantiasa memperbaiki bacaan Al-qur’an dengan mengadakan kegiatan Tahsin Al-quran seperti yang dilakukan Yayasan NUN Bersama karyawan Hotel Padjadjaran Suites Bogor. Kegiatan ini diisi oleh  Ustadz. Adi Umayyah pada hari kamis, 05 April 2018.

Semoga dengan adanya kajian ini para jama’ah dan kita semua bisa memperbaiki bacaan Al-Quran kita, agar bisa membacanya dengan baik dan benar.

Mari bersama-sama kita raih kemulian dan keberkahan dengan mendukung program yang mulia ini, dengan cara menyalurkan donasi  ( infaq, Sedekah & zakat ) anda ke rekening Sehati berikut ini:
*Mandiri Syari’ah : 705 5205 919
*BNI Syari’ah : 0303 1583 62
Semua rekening a/n Nurul Ummah Nusantara Raya atau Klik Link Dibawah ini :

Konfirmasi tranfer: 0857 2382 0576 ( whatsapp )  0878 7781 7393 (telpon & sms)

Tebarkan Hidayah Keseluruh Pelosok Nusantara Bersama Nurul Ummah Nusantara!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *