“Tafsir Surah Ad-Dhuha” Kajian Islami Bertempat Di Lapas Paledang Bogor 25/07/2018

Menurut para ulama Surah Adh-Dhuha diturunkan di Makkah setelah Surah al-Fajr. Surah ini berisi tentang pribadi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kegelisahan dan kesedihan yang dialami beliau sangat wajar, ditengah terror fisik dan psikis yang dilancarkan kuffar Quraisy kepada beliau dan sahabatnya untuk mencegah dan menghalangi berkembangnya dakwah yang beliau bawa. Bahkan Allah bersumpah demi untuk mengatakan bahwa Dia sama sekali takkan pernah meninggalkan nabi-Nya sendirian apalagi memarahinya, seperti yang dituduhkan oleh kaum musyrikin Makkah. Allah takkan pernah membiarkannya bersedih. Allah menghibur beliau dengan mengingatkan janji-Nya yang pasti akan dipenuhi-Nya kelak. Menariknya, Allah juga mengingatkan bahwa beliau telah dikaruniai berbagai kenikmatan yang sangat berharga. Kefakiran, keadaan yatim, kesusahan dan kebingungan yang pernah dialaminya, dikaruniai Allah setelahnya berupa kekayaan, kesuksesan, bahkan diangkat derajatnya di langit dan di bumi. Semua adalah karunia Allah yang layak untuk disyukuri. Maka Allah memberikan perintah untuk menyukurinya dengan menyayangi anak yatim dan orang-orang miskin yang membutuhkan bantuan. Ini sesuai dengan yang Allah subhanahu wata’ala firmankan:

وَالضُّحَىٰ, وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ

Demi waktu matahari sepenggalan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap)

Inilah materi yang disampaikan oleh Ustadz, Sapriyatna Salmani, S.Ud. dalam kegiatan kajian Islami bertempat di Lapas Paledang Bogor pada hari Rabu, 25 Juli 2018. Dalam kesempatan ini beliau juga memberikan motivasi bagi para narapidana agar senantiasa bersyukur dan bersabar, bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan bersabar ketika mendapatkan ujian dari Allah subhanahu wata’ala.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *