“Sifat Wudhu Nabi” Kajian Kitab Al-Wajiz Bertempat Di Warung Islami Bogor 18/04/2018

Wudhu merupakan salah satu cara menyucikan anggota tubuh dengan air. Seorang muslim diwajibkan bersuci setiap akan melaksanakan salat ataupun membaca Al-Qur’an. Berwudhu bisa pula menggunakan debu yang disebut dengan tayammum. Mengenai wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Tidak diterima shalat seorang diantara kalian sampai dia berwudhu (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika melihat hadist diatas maka wudhu merupakan syarat utama diterimanya shalat seorang hamba, untuk itu perlu kiranya kita mengetahui tatacara berwudhu sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun urutannya sebagai berikut:

 

  1. Berniat –dalam hati- untuk menghilangkan hadats.
  2. Membaca basmalah: ‘bismillah’.
  3. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
  4. Mengambil air dengan tangan kanan, lalu dimasukkan dalam mulut (berkumur-kumur atau madmadho) dan dimasukkan dalam hidung (istinsyaq) sekaligus –melalui satu cidukan-. Kemudian air tersebut dikeluarkan (istintsar) dengan tangan kiri. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.
  5. Membasuh seluruh wajah sebanyak tiga kali dan menyela-nyela jenggot.
  6. Membasuh tangan –kanan kemudian kiri- hingga siku dan sambil menyela-nyela jari-jemari.
  7. Membasuh kepala 1 kali dan termasuk di dalamnya telinga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kedua telinga termasuk bagian dari kepala” (HR Ibnu Majah, disahihkan oleh Al Albani). Tatacara membasuh kepala ini adalah sebagai berikut, kedua telapak tangan dibasahi dengan air. Kemudian kepala bagian depan dibasahi lalu menarik tangan hingga kepala bagian belakang, kemudian menarik tangan kembali hingga kepala bagian depan. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga, sedangkan ibu jari menggosok telinga bagian luar.
  8. Membasuh kaki 3 kali hingga ke mata kaki dengan mendahulukan kaki kanan sambil membersihkan sela-sela jemari kaki.
  9. Membaca do’a setelah berwudhu

Melihat pentingnya materi tentang tatcara wudhu sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Yayasan NUN kembali mengadakan kajian Islami kitab Al-Wajiz, bertempat di Warung Islami Bogor, pada hari Rabu, 18 April 2018, dengan pemateri Ustadz. Sapriyatna Salmani, S.Ud.

Mari bersama-sama kita raih kemulian dan keberkahan dengan mendukung program yang mulia ini, dengan cara menyalurkan donasi  ( infaq, Sedekah & zakat ) anda ke rekening Sehati berikut ini:
*Mandiri Syari’ah : 705 5205 919
*BNI Syari’ah : 0303 1583 62
Semua rekening a/n Nurul Ummah Nusantara Raya atau Klik Link Dibawah ini :

 

Konfirmasi tranfer: 0857 2382 0576 ( whatsapp )  0878 7781 7393 (telpon & sms)

Tebarkan Hidayah Keseluruh Pelosok Nusantara Bersama Nurul Ummah Nusantara!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *