RAMBU-RAMBU PERGAULAN PRIA-WANITA

Nurul-ummah.com – Rusaknya tatanan pergaulan antara pria dan wanita zaman ini semakin lama semakin parah. Bermacam-macam pelanggaran terjadi di berbagai bidang kehidupan. Dalam lingkup keluarga misalnya, seringkali terjadi interaksi haram pria-wanita karena buta tentang mahrom. Mereka seenaknya berdua-duaan, pergi berboncengan, dan berjabat tangan setiap kali bertemu dan berpisah. Lebih dari itu, perzinaan sesama saudara seringkali terjadi akibat kedekatan yang kebablasan.
Dalam lingkup masyarakat, pergaulan pria dan wanita tampak begitu semrawut tanpa aturan. Satu hal yang biasa di negeri kita seorang pria membonceng wanita atau istri tetangga, anak muda apel malam mingguan ke pacarnya, para karyawan kencan bersama teman sekerja, para remaja makan satu piring berdua dengan temen wanitanya, bahkan ada yang tinggal bersama di dalam satu kamar kos.
Pelanggaran-pelanggaran tersebut seolah satu hal lumrah di hampir seluruh penjuru negeri ini. Banyak remaja yang justru merasa minder ketika tidak memiliki pacar atau teman kencan. Lebih ngeri lagi, arus budaya barat yang digencarkan media massa menjadikan tata pergaulan bebas merebak di sekolah dan masyarakat. Akhirnya pergaulan bebas semakin marak dan perzinaan bertambah merebak. Nau’udzubillahi min dzalik.

A. Pria tidak sama dengan wanita
Mengapa syariat memberikan rambu-rambu pergaulan antara pria dan wanita? Tidak lain agar manusia hidup damai dan dipenuhi keberkahan. Selain itu, secara tegas Alloh jelaskan di dalam al-Qur’an bahwa pria tidak sama dari segala dengan wanita. Artinya, Alloh membedakan beberapa syariat antara pria dan wanita sesuai dengan fitroh dan tabiat masing-masing. Misalnya seperti larangan sholat bagi wanita yang haid dan nifas, tidak berpuasa karena alasan hamil dan menyusui, tidak wajib berjihad karena kelemahan tabiatnya, serta tidak dibebani untuk menanggung nafkah keluarga, menutup aurat ke seluruh tubuh. Semua itu adalah bagian dari rincian syariat yang khusus bagi wanita. Jika dirinci, tentu masih banyak perbedaan yang ada antara pria dan wanita baik dari segi penciptaan, organ tubuh, karakter, serta tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat. Alloh berfirman:

“ Kaum laki-laki itu adalah pemimpim kaum wanita, karena Alloh telah melebihkan sebagian mereka ( aki- aki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka menginfakkan sebagian harta mereka…”(QS. An Nisa’[4]: 34)
Ayat tersebut jelas sekali memberikan penjelasan kepada kita bahwa Alloh menjadikan laki-laki tidak sama dengan wanita. Secara syar’i laki-laki tercipta untuk memimpin kaum wanita karena kelebihan yang ada padanya. Alloh telah membekali kekuatan jasad dan akal pada keumuman laki-laki yang tidak dimiliki kaum kaum wanita.
Pembedaan Alloh antara pria dan wanita sebenarnya menunjukkan keadilan Alloh terhadap hamba-Nya. Jadi, Apa yang diklaim para pegiat dan aktivis gender bahwa wanita sama dengan pria dalam segala hal tentu merupakan pemikiran yang menyesatkan. Sebenarnya mereka hanya ingin mengeksploitasi wanita atas nama kemerdekaan dan pembebasankaum wanita. Padahal, semua itu tidak lain adalah tipu daya iblis untuk menghancurkan pergaulan pria dan wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *