Petaka di Balik Riba

Pernahkah Anda menyaksikan orang yang diceburkan ke dalam sungai darah? Tahukah Anda dosa yang diibaratkan seperti menzinai ibunya sendiri bahkan lebih besar daripada 36 kali berzina? Amal buruk apakah yang menyebabkan hilangnya keberkahan harta sehingga tidak mendapatkan pahala infaknya? Dosa apa yang menyebabkan pelakunya mengalami kehancuran di dunia dan akhirat? Ya.., itulah riba.

Jika kita perhatikan realita saat ini, banyak kita dapati masyarakat yang meremehkan permasalahan riba. Hal tersebut seolah dibolehkan atau hanya kemaksiatan ringan saja. Mereka tidak menyadari bahwa riba termasuk perbuatan dosa besar yang membinasakan dan menjerumuskan pelakunya ke jurang neraka Jahannam.

Mengingat dahsyatnya bahaya riba bagi kehidupan kita, maka buku ini mencoba menjelaskan kepada pembaca tentang riba dan seluk-beluknya.

BAHAYA RIBA.

Segala sesuatu yang Alloh  perintahkan pasti mengandung kebaikan dan kemaslahatan. Sebaliknya, segala perkara yang Alloh  larang pasti mengandung  keburukan dan kemudhorotan di dalamnya, baik di dunia maupun akhirat.

Saat ini, praktek riba sudah merebak tidak hanya di masyarakat kota, tetapi juga tumbuh subur di pelosok-pelosok desa. Sudah banyak masyarakat yang merasakan dampak buruk dari praktek riba ini.

Pembaca yang budiman, marilah kita mentadaburi al-Qur’an dan as-Sunnah tentang bahaya riba. Mudah-mudahan Alloh  memberikan taufik dan pemahaman, sehingga kita terhindar dari bahayanya.

Dalil-dalil dari al-Qur’an:

  • Pelaku riba terancam dengan api neraka.

Pelaku riba mendapatkan ancaman siksa neraka yang menyala-nyala, sebagaimana firman Alloh  berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Alloh supaya kalian mendapat keberuntungan. Dan peliharalah diri kalian dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.”  (QS. Ali-Imron [3]: 130-131)

Ayat ini menjelaskan hukuman bagi pelaku riba, baik sedikit maupun banyak. Siapapun yang terlibat dalam transaksi riba maka ia terancam dengan siksa api neraka.

Neraka adalah seburuk-buruk tempat tinggal. Di dalamnya terdapat siksa yang sangat pedih dan menyengsarakan. Panasnya 69 kali lipat dari panas api dunia. Di antara orang yang diancam menjadi penghuni neraka adalah para pelaku riba. Jika ia meninggal sebelum bertobat kepada Alloh .

  • Dihapusnya keberkahan harta mereka.

Alloh  berfirman:

“Alloh memusnahkan riba dan menumbuh-kembangkan sedekah, dan Alloh tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. al-Baqoroh [2]: 276)

Ayat ini merupakan peringatan keras dari Alloh  bahwa Dia tidak memberikan keberkahan sedikitpun pada harta riba. Bahkan, Dia  akan memusnahkannya.

Coba kita perhatikan, berapa banyak perusahaan bonafide, bank berskala inter-nasional yang gulung tikar dan bangkrut karena riba? Berapa banyak pasutri yang mengalami gelombang dahsyat bahtera rumah tangga karena terjerat riba? Berapa banyak pria dan wanita yang memasuki penjara karena riba? Sesungguhnya hal itu adalah hukuman Alloh  atas mereka di dunia. Sedangkan di akhirat jauh lebih dahsyat lagi, jika mereka tidak mau bertobat.

  • Riba adalah kebiasaan buruk orang Yahudi.

Alloh  berfirman, “Disebabkan mereka (Yahudi) memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang, dan karena mereka memakan harta orang lain dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka siksa yang pedih.” (QS. an-Nisa’ [4]: 161)

Yahudi adalah bangsa yang dimurkai oleh Alloh . Mereka gemar melakukan praktek riba yang menyebabkan kesengsaraan hidup mereka dan manusia lain. Jika kaum Muslimin melakukan riba, berarti telah mengikuti dan meniru orang Yahudi. Inilah perbuatan hina dan dilarang oleh Alloh  dan Rosul-Nya .

  • Diperangi Alloh dan Rosul-Nya .

Alloh  berfirman, “Maka jika kalian tidak meninggalkan sisa riba, maka ketahuilah, bahwa Alloh dan Rosul-Nya akan memerangi kalian. Dan jika kalian bertobat, maka kalian boleh mengambil harta pokok kalian; sehingga kalian tidak menzholimi dan tidak dizholimi.” (QS. al-Baqoroh [2]: 279)

Firman Alloh  di atas merupakan ancaman yang sangat keras kepada pelaku riba. Jika mereka tidak bertobat sama halnya menabuh genderang perang dengan Alloh dan Rosul-Nya. Maka siapakah yang mampu berperang menghadapi Alloh  dan Rosul-Nya ?

  • Para pelaku riba akan berdiri seperti kesurupan setan pada hari kiamat.

Alloh  berfirman, “Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kesurupan setan lantaran (tekanan) penyakit gila…” (QS. al-Baqoroh [2]: 275)

Syaikh as-Sa’di  berkata, “Karena mere-ka di dunia mencari harta dengan cara yang keji seperti orang gila, maka mereka akan dibangkitkan pula dari kubur dalam kondisi linglung, bingung dan tak tau arah, seperti orang mabuk dan gila.”

Dalil-dalil dari as-Sunnah:

  • Pelaku riba diceburkan ke dalam sungai darah.

Nabi  mengisahkan, “Bahwasanya beliau didatangi oleh dua malaikat lalu mereka berkata, ‘Marilah ikut bersama kami,’ hingga akhirnya dua malaikat itu membawaku ke sebuah sungai darah, di tengah sungai tersebut ada seorang yang sedang berenang. Sementara itu di pinggir sungai ada orang lain yang di hadapannya banyak bebatuan dan ia memandang ke arah orang yang berenang di tengah sungai. Jika orang yang di tengah sungai itu ingin menepi, maka laki-laki yang di pinggir kali itu melempari mulutnya dengan batu, sehingga ia kembali lagi ke tengah sungai. Lalu aku bertanya kepada dua malaikat tentang orang yang berada di tengah sungai itu, maka mereka menjawab, ‘Adapun orang yang berenang di sungai lalu mulutnya dilempar batu adalah pemakan riba.” (HR. Bukhori)

Hadis ini memberikan gambaran yang jelas sekali bagaimana kerasnya adzab bagi pelaku riba.

  • Penyebab datangnya laknat Alloh .

Dari Jabir bin Abdullah , dari Nabi  bahwa beliau bersabda:

“Nabi  melaknat pemakan riba, pemberi  riba, penulis, dan dua orang saksinya.” Beliau bersabda, “Mereka semua sama.” (HR. Muslim)

Hadis di atas menerangkan secara tegas bahwa siapa saja yang terlibat dalam transaksi riba,  akan mendapatkan laknat.  Adapun maksud dari laknat adalah dijauhkan dari rohmat Alloh .

  • Mengalami kerugian.

Dari Ibnu Mas’ud , dari Nabi  bahwa beliau bersabda, “Tidaklah seseorang memper-banyak hasil riba melainkan akhirnya akan bangkrut pula.” (HR. Ibnu Majah)

Syaikh Muhammad al-Utsaimin  berkata, “Alloh  melenyapkan hasil riba, dengan digunakannya kepada kehancuran, atau Alloh mencabut keberkahannya.”

Ini merupakan peringatan keras bahwa harta riba meskipun banyak melimpah, namun pada akhirnya adalah kehancuran dan kerugian. Pada realitanya para pelaku riba selalu diberi musibah oleh Alloh  dalam harta mereka. Terkadang diuji dengan penyakit, bangkrut dalam perdagangan, kecelakaan yang menghabiskan uang yang tidak sedikit ataupun musibah-musibah lainnya yang tak terduga!? Walaupun tidak tertimpa itu semua, pada hakikatnya Alloh  mengakhirkan adzab mereka pada hari kiamat dan tentu lebih dahsyat lagi siksanya.

  • Riba menyebabkan kehinaan.

Umat Islam di belahan dunia pada masa kini dilanda kehinaan dan penindasan oleh orang-orang kafir. Meskipun jumlah umat Islam banyak, mereka laksana buih di lautan tak memiliki daya dan kekuatan. Mereka diserbu dari berbagai arah laksana hidangan yang siap disantap.

Apakah yang menyebabkan umat ini menjadi terhina? Salah satu penyebabnya adalah riba. Asyik dan senang menikmati riba seolah-olah hal yang biasa dan tak dilarang dalam agama atau bahkan pura-pura tidak tahu tentang hukum riba terlebih menentang keras hukum Alloh  dan tidak menghiraukannya.

Nabi  bersabda, “Jika kalian melakukan perdagangan dengan ‘inah (salah satu bentuk riba), dan puas dengan peternakan serta kalian ridho dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad, maka Alloh akan menghinakan kalian. Dia tidak akan mencabut kehinaan itu sehingga kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Dawud)

  • Dosa riba lebih besar daripada zina 36 kali.

Nabi  bersabda, “Satu dirham dari riba yang dimakan oleh seseorang sedangkan ia mengetahuinya, maka lebih besar dosanya di sisi Alloh daripada berzina sebanyak tiga puluh enam kali.” (HR. Ahmad)

Secara fithroh insani, perbutan zina walaupun sekali adalah perbuatan yang sangat hina dan menjijikkan. Akal sehat pun menyatakan demikian. Lalu bagaimanakah dengan perbuatan zina yang dilakukan sebanyak 36 kali? Tentu hal ini jauh lebih hina dan memalukan..!

  • Dosa pelaku riba seperti dosa menzinai ibu kandungnya

Rosululloh  telah bersabda:

“Riba itu memiliki tujuh puluh tingkatan dosa, yang paling ringan seperti seseorang yang menyetubuhi ibunya.” (HR. Ibnu Majah dan di shohihkan al-Albani)

Bukankah berzina dengan wanita lain merupakan dosa besar? Lalu bagaimana berzina dengan ibu kandung sendiri?  Tentu lebih besar dosanya dan lebih dahsyat siksanya. Kalau begitu, mengapa banyak orang rela dan bersuka ria melakukan transaksi riba yang dosanya lebih besar dari berzina dengan ibunya!

2 thoughts on “Petaka di Balik Riba

  • June 18, 2017 at 7:02 am
    Permalink

    Ulasannya sangat dubstansial

    Reply
  • June 20, 2017 at 9:45 am
    Permalink

    Terimakasih untuk masukannya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *