Pertaubatan Mantan Preman

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ.

Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan” (HR. Tirmidzi, dari Ibnu Umar Radhiyallahu’anhuma).

Dosa telah ditakdirkan pada manusia dan pasti terjadi. Allah Azza wa Jalla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, agar hatinya selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan.

Dosa-dosa banyak diampuni di bulan Ramadhan, karena bulan itu merupakan bulan rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga. Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. [az-Zumar/39:10]

Alhamdulillah atas Rahmat dan Hidayah-Nya pada hari ke 17 Ramadhan tahun ini telah lahir kembali manuisa baru yang ingin mendekatkan diri kepada Allah ta’ala Dia adalah Dudi, pria asli Bogor yeng ingin bertaubat dari dosa masa lalunya.

Pada hari Selasa (13/06/2017) tepat pada saat adzan dzuhur pria yang akrab disapa Gepeng tersebut mendatangi kantor Yayasan Nurul Ummah Nusantara dengan maksud mengungkapkan akan keinginannnya untuk bertaubat dari dosa masa lalunya.

Pria bertato tersebut menurut pengakuannya merupakan mantan preman yang dahulu senantiasa beraksi di Kota Bogor. Namun kali ini di Bulan yang penuh ampunan ini, dia mengaku ingin melepaskan kemaksiatan di masa lalunya dengan bertaubatan.

Alhamdulillah Yayasan Nurul Ummah Nusantara menjadi saksi akan pertaubatannya dan dengan bimbingan Ustadz Sapriyatna Salmani ia mendapatkan pencerahan.

لَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَذَهَبَ اللََّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُوْنَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian, dan Dia pasti akan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka. [HR. Muslim, no. 2749]

Pada kesempatan tersebut, selain Hidayah yang diberiakan Allah Ta’ala kepadanya, ia juga mendapatkan hadiah berupa seperangkat alat shalat dan Mushaf Al-Qur’an yang diserahkan langsung oleh ketua Yayasan NUN Ustadz Sapriyatna Salmani, S.Ud.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii

(Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan)


Sesungguhnya harta yang ada pada kita cuma titipan dari Allah saat kita hidup di dunia.

Saat kita lahir, kita tidak membawa apa-apa.
Begitu pula saat kita meninggal, cuma kain kafan yang membungkus badan kita.
Harta yang kita hamburkan untuk dunia, itu bukan harta kita yang sebenarnya. Rumah, Mobil, dsb akan menjadi milik ahli waris kita.
Sebaliknya harta yang kita belanjakan di jalan Allah untuk Dakwah dan Jihad itulah yang jadi harta kita yang sebenarnya.

Allah ta’ala berfirman,

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [Al-Baqoroh: 261]

Bagi kaum muslimin yang berminat untuk donasi tetap maupun tidak tetap, atau menyalurkan zakat, wakaf dan sedekah dapat melalui:

MANDIRI: 1330011948536

BSM: 70552059191

BNI Syariah: 0303158362

BRI: 001201000149568

BNI: 303664038

Semua rekening atas nama Yayasan Nurul Ummah Nusantara

Konfirmasi Transfer Format: Nama#Jumlah Transfer#Nama Bank

Kirim ke 0857-9540-9020 (SMS/WA)

Kami ucapkan jazaakumullaahu khayron wa baarokallaahu fiykum.

Atau melalui konfirmasi transfer langsung

[contact-form-7 404 "Not Found"]

Data yang Anda Kirimkan, Insya Alloh Terjaga Kerahasiaannya.

Jazakumullohu Khoiron Kepada Para Donatur yang telah menginfakkan hartanya di jalan Allah Ta’ala dengan mempercayakan pengelolaannya kepada Yayasan Nurul Ummah Nusantara

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

linked in share button