Peran Pendidikan dan Dakwah dalam Membentuk Masyarakat Islami

Pendidikan dan dakwah memang dua aspek yang saling berkaitan satu sama lain. Keduanya berperan penting untuk mencerdaskan kehidupan ummat, bahkan sejarah pun membuktikan bahwa masa kegemilangan Islam diraih dengan berkembangnya dakwah yang begitu pesat sehingga menyebar secara meluas ke seluruh dunia dan tentu di dalamnya pun terdapat usaha pentarbiyahan secara terus menerus yang mendidik umat kepada tauhidulloh yang pada akhirnya terwujudlah salah satu bentuk eksistensi nyata yang dihasilkan dari peradaban emas tersebut.

Ya, masyarakat Islami ! Sebuah masyarakat yang menjadikan dakwah sebagai poros kehidupannya. Namun saat ini seakan semuanya surut dilanda badai kejahiliyahan yang tak lelah menggerus akidah kaum muslimin, disisi lain ada pula mereka yang hendak membangkitkan kembali gelora dakwah ini untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Sebenarnya hal apa yang luput dari pandangan kaum muslim sehingga pendidikan dan dakwah untuk mewujudkan masyarakat islami belum terealisasikan secara maksimal dan apa saja tantangan-tantangan dakwah yang menjadi penghalang untuk tegaknya misi mulia itu.

Apa arti pentingnya pendidikan dan dakwah dalam mewujudkan masyarakat Islami?

Arti penting pendidikan dan dakwah sebagaimana yang kita singgung di atas bahwa Alloh Ta’ala berfirman dalam QS. Fushilat [41]: 33 (yang artinya), “Siapakah yang lebih baik ucapannya dibandingkan orang yang menyeru kepada Alloh?”

Seorang imam yang terkenal, Imam Asy-Syaukani Rohimahulloh mengomentari ayat ini dengan ucapan beliau, “Tidak ada yang lebih baik daripada dakwah dan tidak ada yang lebih jelas menjanjikan metode dan cara kepada manusia untuk merubah suatu keadaan lebih baik kecuali hal itu (dakwah).”

Selain dakwah kepada Alloh Ta’ala ini menjelaskan kepada kita bahwa ketika menginginkan perubahan, maka sebagaimana telah kita ketahui sebelumnya bahwa para Nabi dan Rosul membawa suatu misi agung, yaitu misi dakwah dan diantara bentuk dakwah adalah pendidikan. Sebagaimana yang telah Alloh Ta’ala gambarkan, bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam diutus untuk mendidik manusia, menta’lim atau mentarbiyah, dan mentazkiah agar manusia yang keadaan sebelumnya jahiliyyah menjadi islami, yang tadinya bodoh menjadi alim dan juga merubah keterpurukan menuju kebangkitan.

Beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran atau belum juga terwujudnya kebangkitan umat menuju masyarakat Islami yakni umat yang berada di bawah naungan Khilafah Islam ‘ala Minhaj An-Nubuwwah, secara garis besar ada dua faktor yakni faktor internal dan eksternal. Dan faktor yang paling dominan diantara faktor-faktor yang lain secara internal adalah faktor kebodohan, yang mana dari kebodohan ini menimbulkan faktor yang banyak sekali. Mulai dari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dan mudahnya musuh-musuh Islam menguasai kita.

Kemudian faktor yang kedua yakni faktor eksternal. Hal ini sebagaimana kita ketahui bahwasanya permusuhan Iblis dan manusia sudah diproklamirkan semenjak diciptakannya Adam Alaihissalam hingga mereka pun telah merealisasikan permusuhan tersebut terhadap manusia. Setelah manusia diturunkan ke bumi Iblis memanfaatkan para pembangkang dari kalangan manusia itu sendiri dan para pembangkang dari kalangan jin agar senantiasa menjauhkan kita dari penerapan hukum Alloh Ta’ala. Hal ini semata-mata karena orang kafir tidak akan pernah ridho sampai kita masuk millah mereka.

Allohu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *