“Orang Yang Merugi Dibulan Suci Ramadhan” Kajian Karyawan Bertempat Di Giant Yasmin Bogor 05/06/2018

Setiap muslim tentu senang menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Betapa bahagiannya setiap kita masih disapa oleh bulan yang selalu dinanti dan diimpikan kedatangannya, marhaban ya ramadhan. Ibarat orang yang telah lama berpisah dengan kekasih tercinta, ia akan selalu menanti kehadirannya. Pada bulan ini kita diwajibkan untuk berpuasa ramadhan sebagaimana firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” [Al-Baqarah: 183]

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan seorang muslim terjerat oleh godaan setan. Setan akan terus menggoda manusia dengan berbagai macam cara termasuk dengan situasi dan kondisi sehari-hari pada bulan puasa itu. Walaupun mungkin tidak sampai membuat puasa batal secara hukum, akan tetapi nilai-nilai esensi yang terkandung dalam puasa akan hilang sehingga puasanya menjadi sia-sia. Demikianlah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar, dan berapa banyak orang sholat di tengah malam tidak mendapatkan apa-apa selain begadang” [HR. Nasa’i].

Ada pula sebagian orang – bahkan mungkin kebanyakan orang – yang menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum pemborosan. Aneka ragam makanan diborong untuk dijadikan bahan berbuka puasa, porsi makan pun berlipat, seakan ingin jatah makan siang diambil pula untuk malam harinya. Demikianlah kiranya ironi orang yang berpuasa, namun tidak benar-benar berpuasa sehingga tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus.

Tiada aktivitas di siang hari selain menunggu datangnya berbuka. Tidur, bermain atau menghibur diri (kendati dengan perkara mubah) agar waktu serasa cepat berlalu dan waktu berbuka cepat datang. Ia justru tidak memanfaatkan Ramadhan sebagai bulan amal, menambah pahala dan sarana merenungi dosa-dosa yang telah dilakukan sebelumnya, itulah diantara perbuatan orang yang merugi dibulan suci Ramadhan sebagaimana yang disampaikan oleh Ustadz, Sapriyatna Salmani, S.Ud. dalam kajian karyawan yang bertempat di Giant Yasmin Bogor pada hari Selasa, 05 Juni 2018.

Semoga kita tidak termasuk kedalam orang yang merugi dibulan Ramadhan ini, Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *