MITOS BENDA-BENDA LANGIT DAN BENDA-BENDA PUSAKA

 

Mitos Seputar bintang.

Di antara mitos yang diyakini seputar bintang yaitu keyakinan dikabulkannya permintaan (make a wish) saat melihat bintang jatuh.

Keyakinan ini tersebar tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di berbagai belahan dunia. Mitos ini datang dari Yunani dan kitab-kitab primbon yang merupakan sumber kesyirikan dan kekufuran.

Selain bintang jatuh, ada juga mitos tentang rasi-rasi bintang. Tentang hal ini, banyak mitos berupa ramalan yang berdasarkan rasi bintang tersebut.

Ramalan rasi bintang tersebut sangat laris di berbagai belahan dunia, khususnya di kalangan kawula muda. Contohnya; Sagitarius, Scorpio, Pisces, Leo dan lain-lain. Mereka meramal jodoh, rezeki, kebaikan dan keburukan dari rasi bintang tersebut. Hal ini jelas merupakan kesyirikan yang besar.

Mitos Bulan, Matahari, dan Pelangi.

Ketika terjadi gerhana matahari dan bulan, banyak mitos yang tersebar di masyarakat. Orang kejawen meyakini, ketika gerhana matahari, maka matahari tersebut sedang ditelan Batara Kala (sosok fiktif raksasa yang menyeramkan dalam keyakinan hindu). Oleh karena itu, mereka akan memukul lesung (lumpang untuk menumbuk padi) dengan keyakinan agar matahari dimuntahkan kembali.

Orang Bali, mempunyai ramalan khusus tentang gerhana matahari dan bulan. Gerhana bulan pada hari Minggu, maka anak-anak (bayi) akan mengalami kesusahan hidup, dan penyakit akan menyebar. Gerhana bulan pada hari Senin, diyakini akan banyak pencuri, padi dimakan hama, menyebabkan susah. Gerhana bulan pada hari Selasa, diyakini akan berduka cita, banyak orang sakit, pencuri amat banyak. Gerhana bulan pada hari Rabu, diyakini banyak hewan ternak sakit, pemerintah kesusahan. Gerhana bulan pada hari Kamis, diyakini banyak orang sakit, pemerintah tak beruntung. Gerhana bulan pada hari Jumat, diyakini Pemerintah akan hancur, dan hama berkembang biak. Gerhana bulan pada hari Sabtu, diyakini banyak pencuri, garam susah dicari.

Sebaliknya di saat bulan purnama juga muncul mitos, barang siapa yang terkena sinarnya, maka akan memunculkan kharisma. Bahkan banyak orang yang mengajukan permintaan ketika melihat bulan purnama.

Dalam ajaran islam, terjadinya gerhana matahari dan bulan tidak terkait dengan kematian, kelahiran atau hal-hal di atas, akan tetapi hal ini merupakan tanda-tanda kebesaran Alloh dan di sunnahkan untuk  sholat gerhana, memperbanyak istighfar, sedekah. Inilah tuntunan islam yang benar.

Adapun tentang pelangi, tak sedikit juga mitos yang berkaitan dengannya. Di dalam primbon disebutkan, jika seseorang melihat pelangi, bermakna ada bidadari dari surga yang sedang mandi. Di Jerman, jika sebuah pelangi tidak muncul selama empat puluh tahun menandakan dunia akan berakhir. Di Jepang, pelangi adalah sebuah jembatan ke Surga. Di  Yunani, pelangi adalah jalan antara langit dan bumi. Semua itu merupakan keyakinan dan sangat sesat menyesatkan.

Banyak sekali benda-benda yang dikeramatkan di negeri ini. Hampir setiap daerah memiliki benda pusaka yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Ada keris, kujang, cincin, sabuk, gelang, kalung, aneka peninggalan keraton dan lain-lain. Tidak lain dan tidak bukan benda-benda yang dianggap keramat tersebut telah diisi dengan sihir sehingga dijadikan media setan untuk menyesatkan manusia.

Kaum Muslimin yang dirahmati Alloh , berhati-hatilah dengan perkara mitos syirik tersebut. Nabi bersabda:

“Tiyaroh adalah syirik, tiyaroh adalah syirik, (Rosululloh mengucapkannya 3x).” (HR. Abu Dawud)

Oleh karena itu, bentengilah diri kita, keluarga, dan masyarakat dengan akidah yang benar. Boleh jadi seseorang terjebak dalam keyakinan syirik tersebut tanpa sadar. Pelajarilah agama Islam dari Al-Qur`an dan As-Sunnah yang merupakan sumber yang benar dan benteng ampuh untuk menyelamatkan kita dari bahaya mitos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *