“Keutamaan Orang Lemah Dan Miskin” Pembahasan Kitab Riyadhus Shalihin Bab 32 Bertempat Di Kantor Imigrasi 09/04/2018

Allah subhanahu wata’ala merupakan dzat yang maha sempurna, sangat berbeda dengan makhluknya. Allah subhanahu wata’ala tidak pernah membedakan setiap hambanya dalam bentuk fisik, harta, jabatan dan yang lainnya. Namun Allah subhanahu wata’ala membedakan setiap hambanya dari bentuk ketaqwaan. Tentu setiap orang ingin memiliki harta dan jabatan serta dipandang oleh masyarakat sebagai orang yang kuat dan berwibawa, namun bagi orang-orang lemah, miskin dan yang tidak dikenal jangan memiliki sifat putus asa karena Allah subhanahu wata’ala telah mmemberikan keutamaan pada mereka yang lemah. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu (Muhammad) bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang terhormat dari kalangan kaum Quraisy, ketika mereka meminta kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk duduk sendiri saja bersama mereka (orang-orang terhormat kaum Quraisy) dan tidak mengajak para sahabatnya yang lemah, misalnya Bilal, ‘Ammar, Shuhaib, Khabbab dan Ibnu Mas’ud. Mereka meminta supaya mereka diberi majelis khusus, maka Allah melarang beliau memenuhi permintaan mereka itu. Namun Allah subhanahu wata’ala melarang Nabi untuk menuruti keinginan orang-orang terhormat kaum Quraisy, lalu turunlah ayat ini. Selain itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang keutamaan orang-orang lemah sebagaimana sabdanya:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli surga itu? Mereka itu adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah oleh para manusia, tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, pastilah Allah mengabulkan apa yang disumpahkannya. Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli neraka itu? Mereka itu adalah setiap orang yang keras, kikir dan gemar mengumpulkan harta lagi sombong” (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Melihat pentingnya materi tentang keutamaan orang-orang lemah, maka Yayasan NUN kembali mengadakan kajian Islami bertempat di Kantor Imigrasi Bogor, pada hari Senin, 09 April 2018 dengan pemateri Ustadz. Sapriyatna Salmani, S.Ud.

Mari bersama-sama kita raih kemulian dan keberkahan dengan mendukung program yang mulia ini, dengan cara menyalurkan donasi  ( infaq, Sedekah & zakat ) anda ke rekening Sehati berikut ini:
*Mandiri Syari’ah : 705 5205 919
*BNI Syari’ah : 0303 1583 62
Semua rekening a/n Nurul Ummah Nusantara Raya atau Klik Link Dibawah ini :

Konfirmasi tranfer: 0857 2382 0576 ( whatsapp )  0878 7781 7393 (telpon & sms)

Tebarkan Hidayah Keseluruh Pelosok Nusantara Bersama Nurul Ummah Nusantara!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *