Kegiatan Tabligh Akbar Yayasan NUN Bertempat Di Aula Pesantren Nurul Hikmah-Ciomas-Bogor 30/06/2018

     

Saat ini banyak sekali kepercayaan munkar yang dianut oleh sebagian masyarakat, bahakn sampai yang mengaku muslim namun masih memiliki kepercayaan-kepercayaan munkar. Kepercayaan munkar itu sendiri telah merebak sejak lama di indonesia, karena banyak sekali penganut animisme pada zaman dahulu. padahal Allah subhanahu wata’ala sangat membenci orang-orang yang terjatuh kedalam lubang-lubang kesyirikan:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

Dalam ayat lain Allah menjelaskan bahwa kesyirikan dapat melenyapkan seluruh amal baik yang telah dilakukan, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

Kepercayaan munkar sudah termasuk kedalam lubang kesyirikan, seperti yang disampaikan oleh Ustadz, Sapriyatna Salmani, S.Ud. selaku Da’i Yayasan Nurul Ummah Nusantara, bertempat di Aula Pesantren Nurul Hikamh, Mekarjaya, Ciomas-Bogor, pada hari Sabtu, 30 Juni 2018. Beliau menghimbau agar kaum muslimin tidak terperdaya oleh kepercayaan-kepercayaan munkar yang akan menjerumuskan kita kedalam kekufuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *