Kajian Sore di Hotel Amarosa Bogor

Alhamdulillah pada tanggal 14 Juli 2017 Yayasan Nurul Ummah Nusantara kembali mengadakan kajian seputar keIslaman di Hotel Amarosa Bogor.

Sebagai pengisi pada kesempatan tersebut adalah Ustad Miftah Nailil Murod, Lc., S.Ud, Dalam penyampaian materinya beliau membahas seputar kiat-kiat istiqomah.

Sahabat dakwah, sebagaimana kita ketahui bulan Ramadhan tak terasa sudah 21 hari kita lalui. Bulan yang penuh keberkahan tersebut pergi meinggalkan kita.

Namun, sejak belalunya bulan tersebut apakah diri kita sudah istiqomah menjalankan amal-amal kebaikan yang di bulan Ramadhan kita tanam.

Sahabat dakwah, apabila kita berbicara mengenai istiqomah, maka ini tidak akan terlepas dari yang namanya hidayah. Tidaklah mungkin seseorang bisa istiqomah, melainkan ia pasti diberi hidayah (petunjuk) oleh Allah SWT untuk menjalankan hal tersebut.

Kita mungkin pernah mendengar atau melihat sendiri, bahwa ada seorang yang dulunya dikenal sangat shalih, baik, rajin beribadah, memakai pakaian yang menutup aurat dan sebagainya, namun sekarang hal tersebut berbalik 180 derajat. Ia menjadi seorang yang malas beribadah, akhlaknya tidak karu-karuan dan seterusnya. Tentunya, kita tidak ingin menjadi seperti ini bukan?

Berusaha menjadi pribadi yang istiqomah itu akan memerlukan usaha dan kesabaran ekstra. Maka tidak heran, Allah SWT akan mengganti usaha dan kesabaran kita tersebut dengan pertolongan-Nya seperti yang sudah disebutkan dalam surat Fushilat ayat 30 berikut:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

Sahabat dakwah, Yang dimaksud istiqomah adalah menempuh jalan (agama) yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan. Istiqomah ini mencakup pelaksanaan semua bentuk ketaatan (kepada Allah) lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya.1 Inilah pengertian istiqomah yang disebutkan oleh Ibnu Rajab Al Hambali.

Para ulama ahli tafsir ketika memberikan penjelasan mengenai istiqomah di ayat di atas terbagi menjadi 3 pendapat.

  1. Istiqomah dalam agama Islam. Inilah yang dikatakan oleh Mujahid (nama seorang tabi’in) dan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.
  2. Istiqomah dalam ketaatan kepada Allah. Pendapat ini dari Sayyidina Ibnu ‘Abbas.
  3. Istiqomah dalam keikhlasan. Inilah pendapat dari Abul ‘Aliyah.
    Ketiga pendapat ini keseluruhannya bisa kita pakai, karena tidak ada yang bertentangan.

Pada ayat tersebut dijelaskan, bahwa seseorang yang bisa terus beristiqomah di atas agama Islam dan ketaatan kepada Allah, kelak akan diberikan kabar gembira serta dihibur oleh para malaikat agar tidak takut dan bersedih. Sebagian ulama berpendapat bahwa kabar gembira ini akan diberi ketika sakaratul maut.

Imam Mujahid ketika menafsirkan ayat ini menyebutkan bahwa para malaikat akan mengatakan; “Janganlah takut dengan akhirat yang akan kalian hadapi. Juga jangan bersedih dengan dunia yang akan kalian tinggalkan yaitu anak, keluarga, harta serta tanggungan hutang karena para malaikat-lah nanti yang akan mengurusnya.” Di saat itu pulalah orang-orang yang istiqomah tadi akan diberi kabar gembira mengenai surga yang sudah dijanjikan.

Menurut Zaid bin Aslam, hiburan serta kabar gembira ini tidak hanya disampaikan ketika sekarat saja, akan tetapi juga ketika berada di alam barzakh (alam kubur) serta ketika dibangkitkan di hari kiamat. Inilah keutamaan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang istiqomah dalam 3 hal yang disebutkan di atas.

Ketika kita ingin berjalan di jalan yang lurus dan memenuhi tuntutan istiqomah, terkadang kita tergelincir dan tidak bisa istiqomah secara utuh. Lantas apa yang bisa menutupi kekurangan ini? Jawabnnya adalah pada firman Allah Ta’ala,

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ

Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Esa, maka tetaplah istiqomah pada jalan yan lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (QS. Fushilat: 6). Ayat ini memerintahkan untuk istiqomah sekaligus beristigfar (memohon ampun pada Allah).

Ada beberapa sebab utama yang bisa membuat seseorang tetap teguh dalam keimanan.

1. Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar.
2. Mengkaji Al Qur’an dengan menghayati dan merenungkannya.
3. Iltizam (konsekuen) dalam menjalankan syari’at Allah
4. Mulai dari amal-amal yang sederhana
5. Tingkatkan keyakinan akan hari akhirat.

Allahu A’lam.


? Untuk kelancaran dakwah dan sosial ini kami membuka kesempatan kepada kaum muslimin untuk menjadi bagian dari tugas yang mulia ini, dengan menyalurkan Donasi dakwah, zakat, wakaf, sedekah dan infak terbaik anda melalui :

? No Rek BNI Syari’ah : 0303158362

? No Rek Mandiri Syari’ah : 70552059191

? No Rek Mandiri : 1330011948536

? No Rek BRI: 001201000149568

? No Rek BNI: 303664038

@ Semua rekening a.n Yayasan Nurul Ummah Nusantara

? Mohon konfirmasi melalui SMS/WA ke ➡️ 0857-9540-9020 (SMS/WA)

Dengan Format Ketik Nama Anda#Jumlah Transfer#Nama Bank

Contoh :
➡️ Abdullah#Rp 500.000#BSM

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

linked in share button