Kajian Islami Bertempat Di Masjid Al Barkah perum PT. Pos Indonesia Citrureup – Bogor 15/07/2018

Riba merupakan perkara yang pelakunya akan diberi dosa seperti menggauli ibunya sendiri, betapa mengkhawatirkan bukan dosa bagi pelaku riba? tidak hanya itu, orang-orang yang melakukan praktek riba juga akan mendapatkan siksa api neraka sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (Qs. Ali Imron [3]: 130)
Pernahkah Anda menyaksikan orang yang diceburkan ke dalam sungai darah? Tahukah Anda dosa yang diibaratkan seperti menzinai ibunya sendiri bahkan lebih besar daripada 36 kali berzina? Amal buruk apakah yang menyebabkan hilangnya keberkahan harta sehingga tidak mendapatkan pahala infaknya? Dosa apa yang menyebabkan pelakunya mengalami kehancuran di dunia dan akhirat? Ya.., itulah riba.

Jika kita perhatikan realita saat ini, banyak kita dapati masyarakat yang meremehkan dan melalaikan permasalahan riba. Hal tersebut seolah dibolehkan atau hanya menganggap kemaksiatan ringan saja. Mereka tidak menyadari bahwa riba termasuk perbuatan dosa besar yang membinasakan dan menjerumuskan pelakunya ke jurang neraka Jahannam.

Melihat bahaya tentang riba dan pelakunya, maka Yayasan NUN kembali untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bahaya riba dan pelakunya, melalui kegiatan Kajian Islami yang bertempat di Masjid Al-Barkah, Perumahan PT. Pos Indonesia, Ds. Puspasari, Citeureup, Bogor.

Pada kesempatan tersebut yang menjadi narasumber kajian yaitu Ustadz, Dr. Ahmad Zaenal Arifin, M.E.I. dengan tema “Petaka Dibalik Riba”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *