JENIS MUAMALAH YANG BERHUBU-NGAN DENGAN BANK

Jenis muamalah yang berhubungan dengan bank banyak sekali. Ada hal-hal yang sesuai dengan hukum Islam dan ada pula yang bertentangan dengan Islam. Di antaranya sebagai berikut:

Transaksi dengan Kartu ATM

Pada zaman modern ini, pihak bank mengeluarkan kartu ATM untuk fasilitas para nasabah. Adapun kartu ATM adalah kartu yang berguna sebagai alat bantu untuk melakukan berbagai jenis transaksi seperti: penarikan tunai, setoran tunai, transfer dana, pembayaran, pembelanjaan dan lain-lain. Hukumnya boleh jika tidak ada unsur riba dalam transaksi tersebut.

Peminjaman Uang dengan Sistem Bunga.

Pada masa kini, banyak orang yang meminjam uang di bank untuk beragam kebutuhan hidup, seperti pembelian rumah, kendaraan, keperluan pernikahan, perdagangan, travelling, membangun dan lain-lain. Akan tetapi, mereka harus melebihkan nominal pembayaran utangnya.

Misalnya: Jika ia meminjam 100 juta, maka ia harus mengembalikan 130 juta. Ini termasuk riba nasi’ah dan hukumnya haram. Begitu pula peminjaman dengan sistem bunga di lembaga keuangan lainnya atau perorangan yang menerapkan sistem bunga.

Money Changer

Di antara jasa perbankan yang diberikan oleh bank adalah jual beli mata uang asing. Masalah tukar menukar mata uang asing termasuk kajian fiqih kontemporer.  Adapun kaidah dalam penukaran mata uang adalah sebagai berikut:

  • Kalau ditukar dengan jenis yang sama (rupiah dengan rupiah), syaratnya ada dua:
  • Harus sama nilainya.
  • Harus diserahterimakan secara langsung.

Tidak boleh ada perbedaan nilai dan tidak boleh ditangguhkan serah terimanya.

  • Kalau satu jenis mata uang ditukar dengan jenis lain (misalnya: dolar dengan rupiah), syaratnya yaitu harus diserahterimakan secara Diharamkan menangguhkan penyerahan salah satu dari uang yang ditukar. Namun, tidak diharamkan bila berbeda nilainya. Misalnya, $1 ditukar dengan Rp 10.000,-.

Dari Abu Bakr , Rosululloh  bersabda, “Dan juallah emas dengan perak dan perak dengan emas sesukamu.” (HR. Bukhori)

Mengenai syarat harus langsung serah terima, Rosululloh  bersabda, “Apabila benda itu berbeda jenisnya, maka juallah sesukamu, apabila dilakukan secara tunai.” (HR. Muslim)

Sebagai catatan bahwa setiap mata uang dikategorikan dengan jenis yang berbeda.

Menanam Saham di Bank Syariah Bebas Riba

Dibolehkan ikut serta menanam saham di bank yang terbebas dari riba seperti bank syariah. Karena hukum asal dalam mu’amalah adalah mubah. Bank, lembaga keuangan dan bisnis yang dibolehkan menanam saham di dalamnya adalah yang terbebas dari unsur riba, ghoror (penipuan) dan perjudian.

Di antara perbedaan bank konvensional dan bank syariah dalam membagi keuntungan terdapat pada laba yang diberikan. Dalam sistem konvensional, laba yang diberikan berdasarkan sistem bunga. Sedangkan dalam sistem syariah, laba yang diberikan berdasarkan sistem bagi hasil atau akad transaksi islami lainnya.

Menitipkan Uang di Bank Jika Takut Tidak Aman

Jika ditakutkan uang akan hilang karena dicuri atau dirampok, sedangkan ia tidak mendapatkan cara lain untuk menjaganya selain menabungkannya di bank konvensional, maka dibolehkan baginya untuk menabungkannya di bank tersebut.

Bunga bank yang didapat bisa digunakan untuk kepentingan umum kaum muslimin seperti: membangun jembatan, penerangan jalan, memperbaiki selokan, dan lain sebagainya.

Pada saat ini, hadirnya bank syariah menjadi solusi bagi kaum muslim yang ingin selamat dari riba. Karena, hukum asal bank syariah bertekad menerapkan sistem islami dalam menggunakan harta nasabahnya. Sedangkan uang yang ditabung di bank konvensional bisa jadi digunakan untuk bisnis haram. Maka, sudah seharusnya seorang muslim untuk berhati-hati dalam menyimpan dan menggunakan hartanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *