“ISLAM AGAMA PERTENGAHAN”, Bina Lapas Paledang Bogor

Islam ini adalah diin yang bersifat universal, tidak hanya manusia saja bahkan alam semesta ini pada dasarnya tunduk patuh kepada Allah. Demikian pula Islam adalah diin para Nabi, tidak hanya Nabi Muhammad saja melainkan dari semenjak Adam hingga Nabi Muhammad S.A.W. Namun seringkali orang menyalahpahami Islam ini sebagai sebuah agama yang sempit, tidak toleran dan ekstrim, sehingga muncullah pemikiran-pemikiran untuk melontarkan gagasan Islam liberal, Islam moderat dan lain sebagainya.

Anggapan demikian terjadi mungkin karena orang tersebut belum mengenal watak dan sifat Islam itu sendiri. Atau bisa jadi dia berjumpa dengan pemahaman Islam yang keliru atau mungkin Islam itu sendiri belum dilaksanakan secara menyeluruh sehingga terasa janggal sebagaimana telah dibahas dalam tulisan terdahulu. Untuk itulah kita harus lebih mengenal watak dan sifat dari diinul Islam itu sendiri. Apabila kita tidak mengenalnya maka kesalahpahaman itu bisa terjadi.

Orang-orang yang  mencoba mengatakan memiliki pemikiran Islam moderat sebenarnya tidak perlu berbuat demikian, karena Islam itu sendiri dari asalnya telah bersifat moderat atau pertengahan sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah :

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا 

“Dan demikianlah Kami jadikan kamu umat yang pertengahan (wasathon) agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu…(s/d akhir ayat)” (Q.S. Al-Baqarah : 143)

Sungguh sebagai sang pencipta, Allah sangat mengetahui sifat dan watak makhluqNya, karena Dia sendirilah yang menetapkan sifat-sifat makhluq ciptaanNya. Untuk itu apabila Allah telah menurunkan diin Islam ini sebagai petunjuk hidup bagi manusia, tentunya sifat dan watak dari diin Islam itu sendiri telah disesuaikan dengan watak dan sifat manusia itu sendiri. Jadi tidak mungkin tidak cocok.

Untuk itu dibuatlah sifat dari diin ini bersifat moderat atau pertengahan, karena Allah hendak menjadikan diin ini mudah bagi manusia. sebagaimana firman-Nya:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk mu dalam diin ini suatu kesempitan (Q.S. Al-Hajj :78)

Allah mengetahui jika diin ini bersifat berat dan ekstrim, manusia akan lari karena tidak akan mampu melaksanakannya karena manusia diciptakan berwatak lemah.

sering kita saksikan segelintir orang yang sangat lemah dalam beragama, bermalas-malasan dalam beribadah dan sebagainya. maka dari itu yayasan NUN mengajak dan memberikan motivasi kepada seluruh elemen masyarakat agar senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan, dalam hal ini adalah beribadah kepada Allah Swt.  salah satu caranya adalah dengan melakukan pembinaan kepada seluruh elemen masyarakat, seperti yang dilaksanakan di Lapas Paledang Bogor, pada hari Ahad, 1 oktober 2017. adapun pemateri dalam kajian tersebut adalah Ustadz. Sapriyatna Salmani, beliau adalah ketua pengurus yayasan NUN.

dengan diadakannya kajian tersebut, diharapkan para jama’ah dan kita semuanya dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan cara giat beribadah kepada Allah Swt.

Mari bersama-sama kita Raih kemulian dan keberkahan dengan mendukung program yang mulia ini, dengan cara menyalurkan donasi

( infaq, Sedekah & zakat ) anda ke rekening kami berikut ini:
? Mandiri Syari’ah: 705 5205 919
? BNI Syari’ah: 0303 1583 62
✔️ Semua rekening a/n *Nurul Ummah Nusantara Raya*

? Konfirmasi tranfer: 0857 9540 9020 ( Sms/WA )

Kunjungi pula aktifitas kami di:
? www.nurul-ummah.com

? Tebarkan Hidayah Keseluruh Pelosok Nusantara Bersama Nurul Ummah Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

linked in share button