“Hikmah Dibalik Peristiwa Isra & Mi’raj” Tabligh Akbar Serta Tebar Buku Islami Gratis Bertempat Di Masjid Jami’ Al-Juman – Bogor Selatan 15/04/2018

Siapa yang tak mengenal peristiwa Isra’ & Mi’raj? yaitu suatu malam yang memberangkatkan hamba terkasih-Nya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian naik ke langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha, peristiwa ini terjadi setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerima 10 tahun wahyu kenabian. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى. مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى. وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى. عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى. ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى. وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى. ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى. فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى. فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى. مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى. أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى. وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى. عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى. عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى. إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى. مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى. لَقَدْ رَأَى مِنْ ءَايَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An-Najm : 1-18)

Namun dalam peristiwa ini ada beberapa hikmah yang jarang diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, diantaranya:

  1. Isra’ Mi’raj adalah perjalanan yang nyata, bukan perjalanan ruhani/mimpi atau khayalan.
  2. Isra’ Mi’raj adalah jamuan kemuliaan dari Allah subhanahu wata’ala, penghibur hati, dan pengganti dari apa yang dialami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berada di Thaif yang mendapatkan penghinaan, penolakan dan pengusiran.

  3. Isra’ bukanlah peristiwa yang sederhana. Tetapi peristiwa yang menampakkan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah yang paling besar
  4. Peristiwa Isra’ Mi’raj membuktikan bahwa risalah yang dibawa oleh Rasulullah adalah bersifat universal.
  5. Dalam Isra’ Mi’raj diturunkannya perintah shalat wajib 5 kali dalam sehari.

Melihat pentingnya materi tentang hikmah dibalik peristiwa Isra & Mi’raj, maka Yayasan NUN kembali mengadakan kajian Islami serta tebar buku gratis bertempat di Masjid Al-Juman, Kompleks Kehutanan, Jl. Pahlawan 1 Gg. Aut, Bondongan-Bogor Selatan pada hari Ahad, 14 April 2018 dengan pemateri Ustadz, Wilyudin A.R. Dhani. M.Ak. (Ketua 4 DDII Kota Bogor)

Mari bersama-sama kita raih kemulian dan keberkahan dengan mendukung program yang mulia ini, dengan cara menyalurkan donasi  ( infaq, Sedekah & zakat ) anda ke rekening Sehati berikut ini:
*Mandiri Syari’ah : 705 5205 919
*BNI Syari’ah : 0303 1583 62
Semua rekening a/n Nurul Ummah Nusantara Raya atau Klik Link Dibawah ini :

Konfirmasi tranfer: 0857 2382 0576 ( whatsapp )  0878 7781 7393 (telpon & sms)

Tebarkan Hidayah Keseluruh Pelosok Nusantara Bersama Nurul Ummah Nusantara!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *