Dauroh Qiro’at Al- Quran Biriwayatil Hafs ‘An ‘Ashim Min Thoriq Asy-Syatibi 11/02/2018

Wahai seorang muslim, apakah engkau tahu agungnya Al-Qur’anul karim dan kedudukannya di hatimu, dan apakah engkau betul-betul faham hakikat keutamaan-keutamaannya serta luasnya kebaikannya serta keberkahan dan manfaatnya? Engkau tidak akan tahu wahai seorang muslim hakikat agungnya Al-Qur’an dan kedudukannya di hatimu, kecuali jika engkau mengetahui pengagungan Allah Azza wa Jalla terhadap kitab-Nya dan pujian-Nya terhadap kalam-Nya, serta tingginya tempat di sisi robb yang agung dan mulia, juga jika engkau mengetahui agungnya kedudukan Al-Quran di sisi para malaikat yang mulia, juga jika engkau mengetahui keutamaannya di sisi para Nabi  dan umat-umat mereka, dan di sisi ahli kitab, dan di sisi para manusia dan jin dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya rabb yang mulia telah mengagungkan Al-Qur’anul karim dan telah mengangkat kedudukannya sebagaimana haknya dari pujian dengan sifat-sifat yang indah, dan Allah banyak menyebut kitab yang mulia ini dengan penyebutan yang menjadikannya berada pada posisi yang paling mulia, dengan sifat-sifat yang paling baik dan paling tinggi, agar para manusia mengetahui agungnya Al-Quranul karim, dan juga agar mereka mengetahui besarnya nikmat kalamullah atas hamba-hambanya, karena nikmat yang paling agung adalah nikmat iman dan Al-Qur’an, Allah menyifati Al-Qur’an dengan sifat Al-Haq, Allah ta’ala berfirman :

{ أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ } السجدة: ٣

Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya”. Sebenarnya Al Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu. (As-Sajdah: 3) 

Namun ketika kita membaca Al-Qur’an, ada satu ilmu yang sangat penting untuk dipelajari serta mengaplikasikannya dalam membaca Al-Qur’an, yaitu ilmu tajwid. Mempelajari ilmu tajwid memiliki hukum fardhu kifayah, yaitu jika ada dalam suatu tempat ada seorang yang menguasai ilmu ini maka bagi yang lainnya tidak menanggung dosa, kalau sampai tidak ada maka seluruh kaum muslimin menanggung dosa. Sedangkan membaca Al Qur’an dengan tajwid adalah fardu ‘ain artinya bagi seorang yang mukallaf baik laki-laki atau perempuan harus membaca Al Qur’an dengan tajwid, jika tidak maka dia berdosa, hal ini berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah dan ucapan para ulama.

Melihat pentingnya materi tentang mempelajari ilmu tajwid maka Yayasan NUN bekerjasama dengan DKM Masjid Alumni IPB serta lembaga lainnya sukses mengadakan kajian tentang ilmu tajwid yang dilaksanakan pada hari Ahad, 11 Februari 2018 dengan pemateri Syaikh Al-Muqri Ahmad Muhammad Syahari hafidzahullah ta’ala.

Semoga dengan kajian ini bisa menambah wawasan para jama’ah dan kita semua tentang ilmu tajwid serta mengamalkannya dalam setiap bacaan A-qur’an kita.

Mari bersama-sama kita raih kemulian dan keberkahan dengan mendukung program yang mulia ini, dengan cara menyalurkan donasi  ( infaq, Sedekah & zakat ) anda ke rekening Sehati berikut ini:
*Mandiri Syari’ah : 705 5205 919
*BNI Syari’ah : 0303 1583 62
Semua rekening a/n Nurul Ummah Nusantara Raya atau Klik Link Dibawah ini :

Konfirmasi tranfer: 0857 2382 0576( Sms )                                                                                                                                      *Tebarkan Hidayah Keseluruh Pelosok Nusantara Bersama Nurul Ummah Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

linked in share button