Dakwah Ilallah Sebuah Keniscayaan Sekaligus Kemuliaan

Allah swt memuliakan ummat ini dengan predikat  Khoiru Ummah. Ummat yang terbaik. Ummat yang menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar (menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran). Hal ini ditegaskan Allah dalam firmanNya:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ . (آل عمران 110)

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah“.(QS. Ali Imran :110)

Aktivitas amar makruf dan Nahi munkar adalah hakikat dan inti amal dakwah. Ia bertujuan sebagaimana yang diungkapkan Rib’i bin ‘Amir (komandan pasukan kaum Muslimin) kepada Rustum (komandan pasukan  Persia):  “mengeluarkan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan total kepada Allah, serta mengajak manusia untuk keluar dari sempitnya dunia menuju keluasan hidup di dunia dan akhirat“. Jika eksistensi dakwah ini hilang, maka gelar khoiru ummah tidak lagi menjadi predikat mereka.

Para da’i Ilallah memiliki kedudukan mulia dan agung disisi Allah. Merekalah pewaris para Nabi, penerus Risalah Islam, pelopor kebaikan dan penyelamat ummat dari azhab Allah swt.

Dakwah Ilallah adalah sebuah keniscayaan sekaligus kemuliaan. Hukumnya wajib. Kewajiban yang jika tidak ada seorang pun menunaikannya, maka semua mendapat dosa.

Sesungguhnya ketika seorang muslim beramal sholeh, berdakwah dan menyeru manusia kepada Islam, maka dia beramal sholeh dan bekerja untuk dirinya sendiri. Begitu juga sebaliknya, ketika ia berbuat zhalim kepada orang lain, maka sesungguhnya ia telah berbuat zhalim kepada dirinya sendiri.

Semoga Allah swt menggabungkan kita dalam barisan orang-orang sholeh dan mushlih, serta sabar dengan segala ujiannya. Wallahu ‘A’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *