Berbagi Makanan Dengan Anak-Anak Yatim

Islam telah mendorong pemeluknya agar memiliki akhlak mulia. Salah satu akhlak mulia itu adalah menyantuni anak yatim. Sesungguhnya, anak yatim adalah manusia yang paling membutuhkan pertolongan dan kasih sayang. Karena ia adalah anak yang kehilangan ayahnya pada saat ia sangat membutuhkannya. Ia membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita, karena ia tidak mungkin mendapatkan kasih sayang ayahnya yang telah tiada.

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.

Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah Ta’ala yang memberikan hidayah bagi siapa yang Dia kehendaki.

Adalah Dr. Dian yang Alloh Ta’ala berikan kelapangan harta dan hati yang luas sehingga pada hari Selasa 08 Agustus 2017 beliau mempercayakan pada Yayasan Nurul Ummah Nusantara dalam pengelolaan dana infaqnya..

Alhamdulillah Yayasan NUN telah mengalokasikan dana yang diamanahkan untuk kelancaran dakwah, salah satunya adalah penyaluran infaq untuk makan anak-anak yatim dilingkungan kantor Yayasan NUN.

 

Masuk surga adalah kesuksesan paling tinggi yang diraih oleh orang-orang yang beriman. Bagaimana pula dengan menemani Rasulullah didalamnya? Itu adalah derajat yang akan diraih oleh orang-orang yang menyantuni anak yatim. Rasulullah bersabda:

“Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhari].

Imam Ibnu Bathal berkata: “Orang yang mendengar hadis ini wajib melaksanakannya, agar ia bisa menjadi sahabat Rasulullah di surga. Di akhirat, tidak ada kedudukan yang lebih utama dari itu.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan kedudukan pemberi santunan kepada anak yatim dan kedudukan Nabi, karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah.”

Tahukah anda, apa hasil yang akan diperoleh dengan menyantuni dan mengasihi anak yatim, apa sikap kita terhadap kebaikan ini?

Jika kita termasuk orang-orang yang mampu, apakah kita pernah berpikir untuk menyantuni seorang anak yatim, sehingga kita bisa menjadi sahabat Rasulullah di surga. Untuk menyantuni anak yatim kita tidak harus memiliki kekayaan yang melimpah. Melainkan, siapa yang memungut seorang anak yatim, memberinya makanan dengan makanan yang sehari-hari yang dimakannya, memberinya minum dengan minuman yang bisa diminumnya, maka ia akan memperoleh kedudukan tersebut.

Alloh Ta’ala A’lam.


Mari bersama-sama kita bantu program yang mulia ini, dengan cara menyalurkan donasi anda ke rekening kami berikut ini:
? Mandiri Syari’ah: 705 5205 919
? BNI Syari’ah: 0303 1583 62
✔ Semua rekening a/n Nurul Ummah Nusantara

? Konfirmasi tranfer: 0857 9540 9020

Kunjungi pula aktifitas kami di:
? www.nurul-ummah.com

? Tebarkan Hidayah Keseluruh Pelosok Nusantara Bersama Nurul Ummah Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

linked in share button